TUKDANA, indramayunews.id – PT. Bumi Karsa LSS 04 berkomitmen untuk terus menyelesaikan kegiatan proyek saluran sekunder yang ada di sejumlah kecamatan. Salah satunya di Kecamatan Tukdana dan Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu. *Proyek saluran sekunder tersebut kin sedang finishing. Juga tengah ada perapihan lokasi pekerjaan proyek di lapangan,”jelas Penanggungjawab lapanga LSS 04 PT Bumi Karsa terpilih sebagai kontraktor utama atau main kontraktor dalam Proyek Stasiun Kereta Api Makassar-Parepare. Penelitian ini bertujuan untuk melihat rencana anggaran dan realisasi biaya padaproyek pembuatan GSE Road Sisi Udara yang dilakukan oleh PT. Bumi Karsa.Data penelitian ini diperoleh dari data sekunder yang berupa rencana anggarandan realisasinya yang diperoleh langsung dari perusahaan serta wawancaralangsung dengan pihak perusahaan. Company Background. PT Bumi Resources Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara dan minyak bumi. Usahanya meliputi penambangan, pemrosesan, dan pemasaran minyak bumi dan batubara. Kegiatan usaha terbesarnya berpusat di daerah Kalimantan Timur. BUMI memiliki area operasional yang tersebar luas mulai dari Sumatera INDRAMAYU, indramayunews.id – Pelaksanaan proyek modernisasi sungai rentang yang dikerjakan oleh PT. Bumi Karsa sedang berjalan di Desa Lajer Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu. Pengerjaan ini meliputi seting begisting jembatan area saluran sekunder, pengecoran jembatan saluran sekunder. Pengerjaan saluran juga dilakukan di Desa Telagasari Kecamatan Lelea, dengan pengerjaan pemasangan chmclOY. - Advertisement - - Advertisement - MAKASSAR, – PT. Bumi Karsa merupakan salah satu perusahaan dibawah naungan Kalla Group yang bergerak di bidang jasa konstruksi berbagai proyek, salah satunya proyek Bendungan Paselloreng yang terletak di Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan. Bendungan yang baru saja diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi 9/9/2021 didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Plt. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, dan Bupati Wajo Amran Mahmud. Bendungan Paselloreng sendiri berjarak sekitar 45 km dari kota Sengkang, kabupaten Wajo atau 240 km arah Timur Laut dari Kota Makassar, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung sekitar 138 juta meter kubik. Dengan luas genangan sekitar 169 hektar, bendungan ini ditarget bisa mengairi area persawahan seluas hektar. “Bendungan ini mampu mengairi sawah hektare. Kita harapkan dengan suplai air yang ada akan meningkatkan frekuensi tanam yang mungkin satu, bisa jadi tiga atau dua kali sehingga meningkatkan produktivitas lahan serta akhirnya bisa kita harapkan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Presiden Jokowi dalam sambutan peresmiannya. Selain untuk mendukung sektor pertanian, bendungan multifungsi ini juga bermanfaat untuk mendukung ketahanan air kabupaten Wajo dan sekitarnya, mereduksi banjir Sungai Gilireng sebesar 489 meter kubik per detik, serta menyediakan air baku 145 liter per detik yang akan melayani enam kecamatan di Kabupaten Wajo. Tidak hanya itu bendungan ini akan bermanfaat untuk budidaya ikan air tawar, pengembangan pariwisata dan menghasilkan potensi listrik sebesar 2,5MW. “Juga berfungsi tentu saja untuk konservasi, daerah konservasi yang dapat dimanfaatkan untuk pariwisata dan memberikan alternatif pendapatan baru bagi masyarakat,” tambah, Jokowi. COO PT. Bumi Karsa, Ir. Kamaluddin yang juga turut hadir dalam peresmian tersebut menyampaikan bahwa Bumi Karsa berkomitmen untuk menjadi mitra Pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR dalam membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat luas. “Terima kasih atas kepercayaan Kementerian PUPR terhadap PT. Bumi Karsa untuk menggarap proyek ini sejak 2015 dan selesai sesuai target bahkan diresmikan Presiden RI. Tentu kami patut berbangga telah engambil peran cukup besar dalam mendukung Sulawesi Selatan sebagai lumbung padi nasional,” terangnya. “Oleh karena itu PT. Bumi Karsa akan terus berupaya meningkatkan SDM dan Jasa Konstruksi agar dapat terus memberikan yang terbaik untuk pembangunan infrastruktur dan proyek strategis nasional,” papar COO PT. Bumi Karsa. PT. Bumi Karsa Berkomitmen Menjadi Perusahaan Berorientasi Pada Green Construction PT. Bumi Karsa baru saja mengadakan Bibit Pohon dari berbagai jenis. Direksi dan Manajemen PT. Bumi Karsa yang diwakili oleh COO PT. Bumi Karsa Ir. Kamaluddin secara simbolis melakukan penanaman bibit tersebut di Workshop PT. Bumi Karsa di Jl. Perintis Kemerdekaan 10/9/2021. Dengan mengangkat tema One Man One Tree, proses penanaman pohon ini merupakan upaya PT. Bumi Karsa dalam menerapkan Green Construction yang diatur dalam ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan dimana perusahaan harus menggalakkan penghijauan di lokasi kantor, plant dan proyek. “Rencananya bibit ini akan kami sebar diberbagai titik antara lain Workshop, seluruh proyek dan plant kami yang tersebar di seluruh Indonesia. Kemudian dalam waktu dekat kami akan melakukan penanaman di wilayah sekitar Bendungan Tombolo Energy, Kecamatan Tombolo, Kabupaten Gowa,” sebut Ir. Kamaluddin selaku COO PT. Bumi Karsa. Post Views 273 MAKASSAR - Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR mempercayakan PT Bumi Karsa menangani Proyek Pembangunan Infrastruktur Permukiman Kawasan Tondo II. Proyek tersebut berlokasi di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah Sulteng. Proyek ini dilaksanakan berdasarkan Inpres Nomor 8 Tahun 2020 tentang Penuntasan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuefaksi, yang terjadi September 2018 lalu. Komisaris Utama PT Bumi Karsa, Zumadi SM Anwar mengatakan bahwa pihaknya melihat progres proyek tersebut berjalan dengan baik. “Kami berkomitmen agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang ditargetkan dan tentunya dengan kualitas terbaik,” katanya, via rilis, Rabu 10/5/2023. Pembangunan insfrastruktur permukiman Kawasan Huntap Tondo II didukung dengan pendanaan Bank Dunia melalui Central Sulawesi Rehabilitation and Reconstruction Project. Hunian yang dibangun sebanyak unit di atas lahan seluas 65,31 hektare dengan luas kavling tapak 150 m2. Project Manager Wilayah II PT Bumi Karsa, Indra Laksamana menyebut, proyek ini terdapat 4 item pekerjaan utama. Yaitu Pekerjaan Pembangunan SPALDT Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat, Pembangunan Infrastruktur Persampahan, Reservoir, Distribusi Jaringan Sambungan Rumah, dan Pembangunan Infrastruktur. “Dalam pelaksanaannya, bukan hanya sekedar bagaimana menyelesaikan pelaksanakan proyek. Akan tetapi, bagaimana misi kemanusiaan ini harus dilaksanakan serta dikerjakan dengan sepenuh hati,” katanya. “Sehingga kami memiliki komitmen agar pembangunan Hunian Tetap Pascabencana ini harus tepat mutu, tepat biaya, dan tepat waktu,” tambah Indra. Rilis

proyek pt bumi karsa